Just another WordPress.com site

Praktek Perwasitan Bola Voli

1. Pedoman Umum Perwasitan Bola Voli
a. Tugas pokok seorang wasit adalah memimpin suatu pertandingan agar dapat berjalan dengan lancar tanpa mengalami suatu gangguan apapun.
b. Wasit harus dapat menafsirkan peraturan dengan tepat dan selalu konsisten atau ajeg dalam mengambil keputusan .
c. Suatu keputusan yang diambil haruslah adil dan objektif yang sesuai dengan peraturan yang sudah disepakati dalam peraturan.
d. Putusan wasit tidak boleh berdasarkan suatu ramalan atau prasangka.
e. Wasit harus mengambil tempat sedekat mungkin dan lebih tinggi dari net, sehingga dari posisi itu dapat mengamati medan dan seluruh pemain dengan baik dan jelas.

2. Perlengkapan Wasit
a. Pakaian seragam :
1) Bercelana putih
2) Baju kaos putih polos, pakai krah
3) Sepatu karet putih
4) Memakai badge wasit yang sesuai dengan klasifikasinya
b. Badge wasit :
1) Untuk wasit cabang dikeluarkan oleh cabang
2) Untuk wasit daerah / Pemda dikeluarkan oleh Pemda
3) Untuk wasit nasional dikeluarkan oleh pimpinan PCVSI Pusat
4) Untuk wasit internasional dikeluarkan oleh IVBF

3. Tugas dan kewajiban wasit dalam permainan bola voli
a. Wasit I (Referce)
1. Bertanggung jawab atas kelancaran pertandingan.
2. Harus meniup peluit kapan saja diperlukan untuk memutuskan sesuatu
3. Memiliki kekuasaan mutlak
b. Wasit II (Umpire)
1. Membantu wasit I
2. Setiap ada time out wasit II harus menguasai bola dan memberikan laporan beberapa kali time out masing-masing regu kepada wasit I dan coach masing – masing regu.
3. Sanggup mengambil alih tugas wasit I

c. Scour
1. Mencatat angka
2. Mengawasi rotasi servis
3. Mencatat time out dan pergantian pemain
4. Memberitahukan pada wasit hasil dari set
5. Mencatat sanksi dan hukuman
d. Hakim garis
1. Memberi isyarat bola masuk atau keluar
2. Memberikan isyarat bola menyentuh regu penerima dan keluar
3. Memberikan isyarat kalau kaki server salah atau menginjak garis.

4. Prosedur Mewasiti
Hanya wasit I dan wasit II yang diperbolehkan meniup peluitnya selama pertandingan.
a. Wasit I memberikan tanda untuk servis yang memulai suatu pertandingan.
b. Wasit I dan wasit II memberikan tanda pada akhir suatu permainan (bola mati, setelah mereka merasa yakin bahwa terjadi suatu kesalahan serta mereka telah memahami sifat pelanggarannya)
c. Peniupan peluit pada waktu bola mati bertujuan untuk menunjukkan bahwa mereka menyetujui atau menolak suatu permohonan regu.
d. Wasit I dapat meniup peluitnya untuk memberikan peringatan atau menjatuhkan hukuman bagi salah sikap seorang anggota pemain atau regu itu sendiri.
e. Pada waktu wasit meniup peluitnya untuk memberikan tanda penghentian permainan mereka harus sudah bisa menunjukkan :
1. Sifat kesalahan dan isyarat tangan yang resmi
2. Pemain yang bersalah
3. Regu giliran yang servis, sekaligus memberikan tanda apakah ada regu yang mendapatkan point dari kesalahan tersebut.
f. Para wasit dan hakim garis harus dapat menunjukkan sifat kesalahan dengan isyarat tangan yang resmi atau suatu pengajuan penghentian sebagai berikut:
1. Isyarat hanya dilakukan untuk seketika, isyarat itu dilakukan dengan satu tangan untuk menunjukkan regu yang bersalah atau yang menunjukkan permohonan.
2. Setelah itu wasit menunjukkan pemain yang bersalah jika pengehentian itu karena kesalahan.
3. Wasit I mengakhiri dengan menunjukkan regu yang mendapat giliran servis.

5. Posisi Wasit dan Para Pembantunya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: